Ramadhan Bulan Kemenangan

Inspirasi Islami Perempuan, Keluarga dan Anak

Senin, 19 Agustus 2013

Ramadhan Bulan Kemenangan

Ramadhan Bulan Kemenangan

Menilik sejarah peradaban islam, tertulislah berbagai kemenangan kaum muslimin di bulan ramadhan dengan tinta emas. Pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H di medan perang Badar al-Kubra, Rasul dan para sahabat yang berjumlah 315 orang berperang melawan pasukan Quraisy yang berjumlah sekitar 1.000 orang. Allah menganugerahkan kemenangan kepada kaum Muslimin dalam perang itu.

Begitu juga pada Pada Ramadhan tahun ke-5 H, dilakukan persiapan perang Khandaq atau perang Ahzab melawan pasukan sekutu antara Quraisy dan Ghathafan. Strategi penggalian parit untuk melindungi Madinah dilakukan. Meskipun ada pengkhianatan dari bani Quraidzah, tapi Allah tetap menganugerahkan kemenangan pada bulan syawal. Waktu itu, Allah mengirimkan angin besar untuk memporakporandakan perkemahan dan peralatan pasukan ahzab. Hingga mereka kembali ke wilayahnya masing-masing.

Pada tanggal 20 Ramadhan 8 H, Rasulullah SAW dan para sahabat berhasil membebaskan Mekah. Pada bulan Ramadhan itulah, Ka’bah, Mekah dan sekitarnya dibersihkan dari berhala dan kesyirikan. Saat itu, Rasulullah menghancurkan berhala yang berada di sekitar Ka’bah, shalat di dalam Baitullah, menghancurkan gambar-gambar yang berada di dalamnya, mengukuhkan abdi Ka’bah kepada Bani Syaibah dan pemberi minum jema’ah haji kepada Bani Abdul Muthalib.

Pada Ramadhan 9 H, Rasul dan para sahabat melakukan perang Tabuk. Pada bulan itu pula, utusan Bani Tsaqif di Thaif datang menghadap Rasul SAW menyatakan keislaman mereka.  Pada Ramadhan 10 H, Rasul SAW mengutus Ali bin Abi Thalib membawa surat dan menyampaikan dakwah ke Yaman khususnya kepada Bani Hamdan dan dalam satu hari, penduduk Bani Hamdan menyatakan keislaman mereka.

Masih panjang cerita kemenangan kaum muslimin di bulan ramadhan pada masa berikutnya. Hal tersebut makin mengokohkan Bulan suci ini sebagai bulan kemenangan. Tentu saja kemenangan dari Allah ini diberikan bagi orang-orang yang bertaqwa. Seperti firman Allah :
"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan." (TQS : An-Naba' 31)

Taqwa disini yaitu orang yang melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan Allah. Hal ini menjadi capaian tertinggi dari Puasa. Amalan orang bertaqwa ini tidak terbatas pada ibadah ritual saja seperti shalat dan zakat tapi meliputi seluruh aspek kehidupan.
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (TQS al-Baqarah [2]: 208-209).

makna kâffah menurut banyak mufassir sebagaimana dikutip Ibnu Katsir-- adalah jamî'a[n] (semuanya, keseluruhan). Sehingga, ayat ini bermakna: Allah SWT memerintahkan hamba-Nya yang Mukmin, yang membenarkan rasul-Nya, untuk mengambil semua aspek Islam dan syariahnya, mengamalkan semua perintah-Nya, dan meninggalkan semua larangan-Nya, selama mereka mampu mengerjakannya. Demikian Ibnu Katsir dalam Tafsîr al-Qur'ân al-'Azhîm. Tidak jauh berbeda, Fakhruddin al-Razi juga menjelaskan pengertian ayat ini: “Masukkah ke dalam seluruh sya-riah Islam, baik secara keyakinan maupun secara amalan.” 

Dari sana dapat pula dimaknai bahwa kita tidak bisa memilih-milih amalan yang kita lakukan berdasarkan kesukaan kita saja.  Melainkan harus mengikuti tuntunan syariah islam itu sendiri.  Maka kita tidak bisa memilih hanya ingin shalat dengan melalaikan amar ma’ruf nahi munkar. Pun kita tidak bisa memilih hanya ingin sedekah tanpa memperjuangkan tegaknya syariat Allah.
 
Dan tidaklah hambaKu bertaqarub kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang Aku fardhukan atasnya, dan hambaKu terus bertaqarrub kepadaKu dengan amal-amal nawafil hingga Aku mencintainya … (HR Bukhari, Ibn Hibban dan al-Baihaqi)
 
Bulan Ramadhan ini adalah momen pembinaan diri kita untuk betul-betul menahan hawa nafsu dan menjadikan perintah dan larangan Allah sebagai standar perbuatan kita agar menjadi pribadi taqwa. Dan semoga ramadhan kali ini kita diberkahi karena ketakwaan kita.
 
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka barakah dari langit dan bumi." (Al-A'raaf: 96)
Dimuat di Harian Kabar Priangan 17 Juli 2013

penulis: Ekha Subara