Andaikan Ramadhan Setiap Bulan

Inspirasi Islami Perempuan, Keluarga dan Anak

Minggu, 18 Agustus 2013

Andaikan Ramadhan Setiap Bulan

Andaikan Ramadhan Setiap Bulan

Ramadhan ibarat magnet yang menarik kuat masyarakat secara umum berubah lebih agamis. Bisa jadi daya tariknya dari Ibadah khas bulan ini yaitu shaum (puasa) 1 bulan lamanya.  Seperti firman Allah :
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,(QS. 2:183)

Berbeda dengan ibadah harian yang lain, shaum mengambil waktu yang cukup panjang. Shaum dimulai dari terbit fajar (adzan Shubuh) sampai terbenam matahari (adzan Maghrib). Selama itu, seorang mukmin harus menjaga diri dari makan, minum, jima dan hal lain yang membatalkan shaum. Bisa dibedakan dengan shalat yang mengambil waktu 10 – 20 menit, tilawah Qur’an yang biasanya 30 menit atau ibadah lainnya.

Dari sana, shaum 1 bulan penuh di bulan ramadhan menggembleng diri kita untuk senantiasa terhubung dengan Allah. Apalagi malam-malam hari ramadhan disunnahkan untuk diisi dengan ibadah-ibadah lainnya untuk menjaga hubungan kita dengan Allah seperti shalat tarawih, tadarus Al- Quran, sahur & berbuka. Pada bulan ramadhan kita dilatih senantiasa menyadari dan merasakan firman Allah SWT:
“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hadid :4).

Tidak aneh, hasil yang ingin dicapai pasca ramadhan adalah taqwa seperti firman Allah dalam Q.S Al Baqarah: 183 di atas. Salah satu makna At Taqwa adalah apa yang diriwayatkan dari Rosulullah saw, beliau bersabda :
” Bahwasanya seorang hamba, tidaklah akan bisa mencapai derajat ketaqwaan sehingga ia meninggalkan apa yang tidak dilarang, supaya tidak terjerumus pada hal- hal yang dilarang ” ( Hadist ini Hasan, diriwayatkan oleh Tirmidzi no : 2451 , Ibnu Majah no : 4215, Baihaqi : 2/ 335) .
Diriwayatkan pula bahwa pada suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang Taqwa . Ubai balik bertanya : ” Apakah anda pernah melewati jalan yang banyak durinya? ” Pernah ” Jawab Umar. Ubai bertanya kembali : ” Bagaimana ketika anda melewatinya?” Umar menjawab : ” Saya bersungguh- sungguh serta berhati- hati sekali supaya tidak kena duri ” . Ubai akhirnya mengatakan : ” Itulah arti Taqwa yang sebenar- benarnya. ”

Maka kalaupun ramadhan berakhir, seorang mukmin akan tetap menjaga dirinya dari apa yang dilarang Allah. Bahkan bersunguh-sungguh melaksanakan apa yang diperintahkan Allah. Karena seorang mukmin bukan menyembah ramadhan, melainkan menyembah Allah. Dialah Allah yang ada bukan hanya pada bulan ramadhan.

Catatan :
Dimuat di Harian Kabar Priangan Online 25 Agustus 2011
http://www.kabar-priangan.com/news/detail/944

penulis: Ekha Subara